FINIA.CO.ID | WE IS THE NEXT INSPIRATION FOR INDONESIA

WELCOME IN A NEW MEDIA ONLINE IN DOMAIN WWW.FINIA.CO.ID FINIA.CO.ID | WE IS THE NEXT INSPIRATION FOR INDONESIA
Tampilkan postingan dengan label Jawa Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa Barat. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Januari 2015

"surga" Curug Kawung #3

Posted By: Brian Aryanto - 05.38


Setelah menikmati Curug Nangka dan Curug Daun, seolah-olah badan tidak merasakan apa-apa lagi karena sudah cukup terpuaskan dengan pemandangan Curug Nangka terutama.

Dengan sedikit berjalan kaki diatas bebatuan yang cukup besar, kecil dan disamping aliran air akhirnya tiba di Curug paling akhir. Curug itu dikenal dengan nama Curug Kawung.

Curug Kawung sendiri sebagai hulu dari Curug Daun dan Curug Nangka, air yang mengalir dari Curug Kawung sebagai sumber dari air yang mengalir di Curug Daun dan Curug Nangka. Jadi Curug Kawung-lah sebagai sumber dari dua surga Curug Daun dan Curug Nangka.

Jarak dari Curug Daun ke Curuk Kawung ini sekitar 1 km dengan kondisi jalan setapak yang memiliki kontur jalan naik turun dengan pemandangan tumbuh-tumbuhan di sekelilingnya.  Tinggi Curug Kawung sekitar 25 meter, air tercurah turun dengan riangnya melewati bebatuan yang tampak hitam kokoh serta letaknya di ceruk dikelilingi bukit yang hijau. Lokasi curug ini cukup terbuka dengan aliran sungai yang sedang

Ini air asli dari perut bumi, airnya segar dan dari curug inilah, air mengalir ke curug-curug lainnya yang ada di bawahnya,




Tidak hanya wisatawan lokal saja yang kesini, kebetulan waktu itu ada wisatawan asing juga sekitar lima orang, Sempat bangga, setidaknya Curug Nangka, Curug Daun dan Curug Kawung juga dinikmati oleh Wisatawan asing sehingga memperlihatkan bahwa Indonesia sangat menarik bagi Wisatawan Asing. Tidak hanya wisatawan lokal yang mengabadikan momennya dengan berfoto-foto, begitu jga dengan wisatawan asing, dengan raut wajah yang gembira dan senyum yang mengembang, mereka juga mengabadikan momen-momennya di Curug Kawung dengan berfoto-foto ria


SEJARAH

Sebab atau asal muasal curug ini diberi nama Curug Kawung karena ketika musim penghujan dan saat debit air bertambah tinggi sehingga menambah volume rintikan air dari atas air terjun tersebut jatuh dan menerpa bebatuan di bawahnya sehingga terdengar seperti mengeluarkan suara yang berbunyi wung...wung.. wung.. atau terdengar seperti kawung, awung. lebih-lebih ketika airnya deras sekali maka terdengar seperti aungan harimau.

Menurut beberapa sumber dari warga setempat dan apa bila kita perhatikan dan juga di curug tersebut ada batu yang menyerupai bentuk wajah atau kepala harimau. 

Dipercayai bahwa batu tersebut merupakan penampakan dari Prabu Siliwangi. Harimau memang sering dilambangkan sebagai bentuk kekuatan dari Kerajaan dan Prabu Siliwangi sehingga dipercayai bahwa Curug ini mempunyai kekuatan tersendiri, yaitu orang yang mandi ataupun berendam di curug tersebut akan memiliki sifat seperti Harimau. �Berkharisma, ditakuti dan disegani. 

LOKASI
Terletak di Desa Warung Loa, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat.

Rute jalan menggunakan angkot: 
Kita naik angkot 03 jurusan Bogor-Ciapus dari terminal Ramayana Bogor.  Berhenti di tujuan akhir yaitu pertigaan sebelum pintu gerbang. Di pertigaan ini ada papan penunjuk jalan, bila belok kiri kearah Curug Nangka, dan belok kanan kearah Curug Luhur.  Setelah kita turun dari angkot, kita berjalan kaki menuju pintu gerbang sejauh 700 meter.

Berjarak sekitar 25 km dari Kota Bogor melalui Ciapus  yang mana dapat ditempuh sekitar 30 sampai 45 menit berkendara hingga pintu gerbang dan dilanjutkan dengan jalan kaki sepanjang �1,5 km.  Kondisi jalan menuju curug ini beraspal dan dapat dilalui kendaraan roda empat.

WARUNG
dI dalam lokasi Curug, tepatnya setelah kita masuk melalui gerbang dan didekat lahan parkiran, maka terlihat berjajar warung-warung makanan, jadi jangan takut kelaparan yang penting bawa duit

NB: jangan lupa bawa baju ganti dan bajuh basah kalo mau basah-basahan. di dekat setiap Curug ada ruangan untuk buang air kecil atau ganti pakaian

Sedikit terlihat sampah, maka dari itu jangan ikut-ikutan membuang sampah sembarangan hehehe

Senin, 12 Januari 2015

Surga Curug Daun di Curug Nangka #2

Posted By: Brian Aryanto - 21.34
Setelah aku menemukan Curug Nangka, aku semakin penasaran dengan Curuq daun dan Curug Kawung, setidaknya, itulah rentetan surga di Curug Nangka

dari curug nangka ternayata curug daun tidak begitu jauh, dari Curug Nangka kita hanya kembali ke arah aliran sungai waktu kita masuk dan menyusuri jalan setapak hingga kelihatan ujung dari curug Nangka, dari situ kita menyusuri sungai menjadi aliran dari curug Nangka.

Curug Daun, meskipun Curugnya tidak terlampau tinggi tetapi memiliki aliran air yang cukup deras sehingga bisa dibuat perosotan sama anak-anak. Ketinggian Curug Daun ini berkisar hanya sekitar 6 - 7 meter.

Untuk Curug Daun, ada juga mitos atau kisah yang berkembangan menyelimuti keberadaan curug ini. Curug ini diberikan nama Daun karena bentuknya yang menyerupai daun. Selain itu, nama daun itu dipercaya akan memberikan keberuntungan bagi tiap orang yang mandi atau berendam di sana, yaa itulah mitos. 

Tapi banyak juga yang percaya kalau mandi di sini akan naik daun. Sebab itu dinamakan curug Daun, andai saja tadi saya mandi di curug Nangka dan Curug Daun, mungkin selain saya naik daun juga naik nangka hehehe� 

kejernihan dan kesejukan air membuat sensasi sendiri saat dipegang. Banyak juga pengunjung yang berendam di air terjun ini. Entah karena ingin merasakan dingin dan segarnya air atau percaya dengan mitos yang ada :D

Tidak jauh dari Curug Daun terdapat dua kolam atau Leuwi, penduduk setempat menyebutnya Leuwi Jurig dan Leuwi Anjangan. Untuk cerita kolam atau Leuwi Jurig dan Anjangan saya akan tuliskan nanti (kalo tidak lupa dan tidak malas) hehehe.

Untuk Curug Daun terbilang lebih banyak anak-anak yang menikmati, dikarenakan airnya deras dan curugnya tidak terlalu tinggi. Yap, setidaknya dengan melihat anak-anak kecil bermain dengan riang gembira memberikan sebuah hiburan yang menyenangkan di dalam hati saya dan sebuah aliran ketenangan yang mengalir bersama kenangan masa kecil saya hehehe, Yaa oke lah, aku sebut ini surga kedua-ku.

Apabila anda ke Curug Nangka, jangan lupa ke Curug Daun dan Curuk Kawung, semuanya satu area yang berdekatan, jangan takut mengenai makanan dan minuman, disana cukup banyak warung-warung penjual makanan dan minuman.

Selasa, 11 November 2014

Tiga Surga di Curug Nangka #1

Posted By: Brian Aryanto - 00.05
Sebentar lagi pagi, dan pagi ini berbeda dengan pagi kemaren, karena pagi ini ku ingin mencari surga yang tersembuyi di belahan bumi tuhan. surga dunia yang aku dambakan bukanlah sebuah surga yang penuh bidadari, alunan lagu merdu maupun limpahan perhiasan dunia (maaf saya munafik hehehe), saya hanya mencari sebuah tempat yang bisa memberi saya ketenangan dan tempat itu akan saya sebut surga. 
Jalan menuju surga ternyata tidak mudah dan memang benar-benar tidak mudah, butuh kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi cobaan menuju surga, tapi saya yakin dalam cobaan pasti ada manfaat dan pendewasaan diri.

#1.cobaan pertama saya adalah tidak punya uang, tapi saya yakin, uang bukanlah segala galanya karena masih ada Tuhan, dan tuhan memberi saya banyak teman dan dari teman saya itulah saya dapat banyak pinjaman uang dan malahan lebih dari cukup, "benar Tuhan itu maha pemurah"
#2. Cobaan ke dua adalah jadwal yang molor, dan tetap saya saya bawa santai, karena pasti ada hikma dan manfaatnya. Pagi itu aku menjemput teman homoanku, yaitu mas Kamal pengasuh blog www.wisataindonesia.biz, "homoan?" yaaa setidaknya itulah kata teman-teman yang melihat saya yang selalu bersama dia, dan memang kalo boleh diakui dalam kurun waktu tiga tahun ini, waktu saya banyak bersamaaan dengan dia, karena selain sahabat dia juga teman sepekerjaan dan mungkin dari situlah saya dianggap pacaran, tapi sudahlah, kata orang dulu "biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap mencari surga. Ternyata didalam cobaan jadwal yang molor, tersuguhkanlah kopi hangat yang membuat saya semakin gairah. yaaa ini lah hikmahnya jika menjadi seorang sabar menungguh.
kami sudah berkumpul empat orang, si Kamal dengan pasangannya dan aku dengan pasanganku si Agus. jam tujuh pagi kami memutuskan untuk berangkat dan memutuskan untuk ke Curug Nangka, sebuah destinasi yang menurut informasi sangat oke, yaaa mungkin disana ada surga. 

Tersesat Dengan Sengaja
Dalam perjalanan kami yang berliku untuk menemukan curug Nangka, kami tersesat ke Curug Luhur, sebenarnya kami sudah dikasih tau bahwa jalan yang kami tuju itu jalan menuju Curug Luhur yang kurang lebih satu kilo meter dan kalo ke Curug Nangka akan menempuh jarak 6 Kilo meter, maka kami dengan sengaja menuju ke Curug Luhur dengan harapan bisa melihat suasana yang tenang, indah dan bernuansa alam. Tiba di Curug Luhur, suasananya jauh dari apa yang kami harapkan, suasana alamnya sudah banyak di modifikasi dan jauh dari suasana alam serta ongkos masuknyapun saya kira sangat mahal.
Kami hanya foto-foto sebentar diluarnya dan melihat sekeliling dan memutuskan untuk mencari Curug Nangka. Dengan gembira kami keluar dari parkiran Curug Luhur dan menuju Curug Nangka, yaaaa meskipun Curug Luhur kurang memenuhi hasrat kami, tapi kami setidaknya sudah pernah kesana dan mendapatkan sesuatu dari Curug Luhur, yaitu sebuah keluhuran hati untuk tidak saling menyalahkan satu sama lain karena ini adalah pilihan kami, pilihan untuk Tersesat Dengan Sengaja ke Curug Luhur.

Menuju Curug Nangka

Menurut info, bahwa Curug Nangka Tidak jauh dari Curug Luhur. Ternyata benar, Curug Nangka tidak Jauh dari Curug Luhur dan Sampailah kami di gerbang masuk ke area curug Nangka dan kami membayar Rp 7.500 yang seharusnya untuk satu orang, ternyata penunggu gerbang tiket mengatakan bahwa nanti masuk lagi dan ada pembayaran Rp 7.500 lagi. Dalam hati saya berprasangka dan dalam fikiran saya mengingat-ingat kalo gak salah seharusnya  cuman bayar Rp 7.500 sekali saja dan mengapa untuk pembayaran yang ke dua tidak ada tanda bukti tiket atau informasi pembayaran dan lain-lain, tapi sudahlah saya gak mau fikir panjang masalah bayar membayar, toh saya sudah dapat hutangan duit yang lebih dari cukup, biar alam saja yang menjawab.

Merasakan Hawa Surga 
Disini saya merasakan hawa surga, udaranya segar, jalan yang bagus, dan pepohonan hijau yang subur dan beberapa dari kita mengabadikan kesempatan ini untuk berfoto-foto. dan tidak jauh dari situ kami sudah melihat banyak mobil dan motor yang diparkir, maka kami yakin bahwa Curug Nangka sudah dekat dan harapan saya, bahwa di Curug Nangka nantinya akan ada Surga, yaitu sebuah tempat yang bisa memberi saya ketenanga.
Setelah mendapat informasi ternyata kami harus turun ke bawah sebelah kanan dari pintu masuk dan menyusuri sungai untuk sampai pada Curug nangka karena sungai ini merupakan bagian atas (hulu) dari Curug Nangka yang mana airnya mengalir ke bawah membentuk air terjun dan mengalir lagi menjadi sungai ini. ternyata seruh banget karena harus menyusuri sungai dan saya semakin yakin bahwa disini akan ada surga seperti yang saya maksud, ditambah lagi bahwa bahwa saya mendapat teman yang banyak banget, dari tulisan di baju mereka yang kompak banget, saya melihat tulisan Lancaster, mungkin itulah nama group mereka, yaitu Lancaster. Jujur saya tidak tau makna dari Lancester, tapi saya tau mengenai kekompakan mereka, kereenn. Sempat berfikir saya ingin bergabung dengan mereka, tapi saya perhatikan ternyata member mereka semuanya Perempuan sehingga saya agak segan dan jujur banyak dari mereka dan hampir semua dari member lancaster,  saya naksir, soalnya mereka orangnya enjoy, cakep-cakep dan manis-manis. tapi keinginan saya untuk naksir mereka saya endapkan dalam-dalam ke lubuk hati, karena saya melihat hampir semua baju yang di pake mereka ada tulisan yang intinya kita boleh tanya apa saja kecuali "Jangan Tanya Kapan Kawin!"(ngenes) tapi saya yakin, ini sebuah pertanda bahwa surga itu sudah dekat, karena banyak bidadari di sekelilingku yaitu anak-anak lancaster (gombal) .

kurang lebih selama 15 menit menyusuri sungai, bebatuan dan diantara himpitan tebing, seolah kami berjalan di alam lain, dikarenakan suasananya sangat berbeda. 
Setelah rasa penasaran dan kedamaian bercampur aduk, terlihatlah sebuah reruntuhan air yang jatuh diantara lingkaran tebing, jatuh dengan tenang seolah angin dari senjutahan jemari Tuhan turun ke Bumi, untuk menyentuh tangan tangan hambanya yang menengadah (halah sok puitis), yaah inilah surga tuhan yang pertama dalam expedisiku di Curug Nangka dan surga itu juga bernama curuk nangka.
 Ku bernafas dalam-dalam membiarkan segala hembusan udara memasuki rongga dada serta aku biarkan serpihan air yang lembut mendinginkan segala raga dan menyejukkan jiwa. Tuhan, disinilah ku temukan kedamaian, dan disinilah ku temukan surgamu. Tak lama kemudian aku teringat dengan bidadari-bidadari Lancaster (belum ada bukti yang valid mengenai gender mereka, tapi anggaplah mereka perempuan dan sebagai bidadari hehehe). Oh iya, bidadari yang perkasa dan menarik itu aku ajak berfoto ria dalam naungan selembar spanduk yang sedang aku junjung sebagi naungan motivasi, yaitu sapanduk Wonderful Java. Setelah Berfoto ria, aku baru menyadari, dalam keindahan sorga yang diturunkan Tuhan ke Bumi, Tuhan menciptakan pula mahluk-mahluk yang sempurna, sebagai kaca benggala, bahwa sang pencipta lebih sempurnah. dalam kedamaian surga Tuhan di Curug Nangka, aku merasa, dalam lumuran dosa-dosa hambanya ternyata Tuhan masih memberikan sesuatu yang indah, yang patut untuk dicari, diperjuangkan dan di sukuri. ini baru awal, karena disini masih ada dua tempat yang aku anggap sebagai surga.

Sebelum melangkah untuk Surga selanjutnya, dalam hati aku berteriak dengan rasa syukur thanks god i'm traveller

Senin, 08 September 2014

Curug Cigamea

Posted By: Brian Aryanto - 07.53
Terlepas dari derita asap dan debu kota, saatnya untuk bernafas dengan sejuknya udara dan hawa murni air terjun dan pegunungan, penad dengan suara bising kendaraan dan hiruk pikuk kepadatan penduduk, maka sudah saatnya untuk memanjakan diri dengan suara alam, gemercik air dan hembusan udara segar, Curug Cigamea satu dari beberapa tempat yang menyejukkan, terdiri dari dua air terjun utama yang memiliki ciri khas tersendiri. Air terjun pertama lebih dekat dengan jalan masuk, dengan karakter tebing lebih curam dan didominasi bebatuan hitam.  Kubangan kolam yang menampung limpahan air yang berada dibawahnya tidak terlalu luas dan dalam serta dikelilingi bongkahan batu hitam yang besar-besar sehingga tidak bisa digunakan untuk berenang dan hanya cocok buat berendam dan basah-basahan menikmati percikan guyuran air yang mendarat ke kubangan kolam.
 Sementara air terjun kedua berjarak -+30 meter dari air terjun pertama dan berada di celah tebing.   Air terjun kedua ini memiliki tumpahan air yang cukup deras dibandingkan air terjun yang pertama.  kubangan kolam limpahan air yang ada di bawah air terjun kedua ini lumayan luas dengan warna air yang biru kehijau-hijauan di bagian tengah kolam menandakan bagian tersebut cukup dalam. Dulu sebelum ada papan larangan buntuk berenang, saya sering kali berenang sampai menyentuh tembih aliran air yang jatuh menghujam kebawah dan saya rasa volume air berubah ubah-ubah saat beberapa kali berenang di hari waktu yang berbeda. Pernah saya rasakan sampai tinggi se kepala yaitu kurang lebih 1,75 m dan pernah juga kurang lebih 2,5 m yaaa bisah jadi tergantung musim. Saat ada papan larangan untuk berenang, maka saya tidak berani berenang lagi dan hanya main-main di sampingnya.

Curug ini berada di Kawasan Wisata Gunung Salak Endah (GSE) di kaki Gunung Salak di bawah naungan TNGHS (Taman Nasional Gunung Halimun Salak).  Di kawasan ini terdapat juga beberapa curug lain.

Lokasi

Terletak di Desa Gunungsari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat.

Peta dan Koordinat GPS: 6� 41' 40.30" S  106� 41' 8.48" E

 Aksesbilitas

Dari Pintu Gerbang Kawasan Wisata Gunung Salak Endah.  Selanjutnya dari pintu gerbang ini berjarak lebih kurang 4 km hingga tiba di pintu masuk Curug Cigamea.  Dari pintu masuk ini dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan berundak seperti anak tangga yang sudah cukup baik dengan menuruni lembah -+ 350 m atau -+25 menit dengan berjalan santai hingga tiba di lokasi Curug Ngumpet.
Di sepanjang jalan ada beberapa warung-warung penjual makannan dan souvenir serta adapula penginapan dan tempat peristirahatan. terkadang di perjalanan akan dijumpai beberapa ekor monyet yang biasanya mendekat untuk minta makanan.

Ada empat jalur yang bisa digunakan untuk menuju kawasan Salak Endah.  Pertama adalah jalur Cemplang (Cibungbulang)-Pamijahan-Salak Endah, kemudian ada jalur Cikampak-Salak Endah, Cibatok-Salak Endah dan terakhir jalur Tamansari-Gunung Bunder-Salak Endah. Umumnya jalur pertama lebih banyak dilalui, hal ini dikarenakan memiliki jarak dan waktu tempuh terpendek dari jalan raya Bogor-Leuwiliang. Selain itu, kondisi fisik jalan di jalur ini lebih bagus dan tidak berkelok-kelok.

Bagi yang menggunakan kendaraan umum dari Bogor (Terminal Barangsiang) naik angkot 03 jurusan Bubulak, kemudian disambung dengan angkot lagi ke jurusan Leuwiliang.  Turun di pertigaan Cibatok atau Cibungbulang, lalu naik angkot lagi ke jurusan Gunung Picung hingga perhentian terakhir angkot.  Dari perhentian terakhir angkot tersebut perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki atau naik ojek ke pintu gerbang (pos jaga) Wana Wisata Gunung Salak Endah.

Tiket dan Parkir

Tiket masuk adalah Rp.3500 per orang.  Sedangkan tiket masuk ke kawasan Wisata Gunung Salak Endah (GSE) adalah Rp 7000 per orang termasuk kendaraan roda dua.
Nb: Harga sewaktu-waktu bisa berubah

Fasilitas dan Akomodasi

Banyak tersedia tempat penginapan dan warung di kawasan ini.

Selasa, 25 Maret 2014

Curug Seribu

Posted By: Brian Aryanto - 03.51
Curug, atau dalam bahasa indonesia yang berarti air terjun. Curug Seribu atau Air Terjun Seribu ini memiliki ketinggian air kurang lebih 100 meter dengan curahan air yang besar. Sumber air curug berasal dari Gunung Salak dan mengalir mengikuti arah Sungai Cikuluwung, Curug Seribu adalah air terjun terbesar di Taman Nasional Gunung Salak. Sempat berbincang-bincang dengan warga sekitar, dinamakan Curug Seribu dikarenakan dinding-dinding batu air terjun utama juga dikellingi air terjun-air terjun kecil atau kalau dilihat seperti tetesan-tetesan air yang mengalir dan jumlahnya sangat banyak, apalagi saat musim penghujan, sehingga pantas dinamakan Air Terjun Seribu, Air Terjun Seribu termasuk dalam Kawasan Wisata Gunung Salak Endah dan di bawah naaungan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.  

Lokasi

Terletak di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, PropinsiJawa Barat. Peta dan Koordinat GPS: 6� 42' 24.77" S  106� 40' 58.62" E 

Aksesbilitas

Kurang lebih berjarak 38 km dari kota Bogor hingga Pintu Gerbang Kawasan Wisata Gunung Salak Endah dan dari pintu gerbang ini berjarak lebih kurang 3 km hingga tiba di pintu masuk Curug Seribu, sebelum masuk anda bisa beristirahan diwarung sekitar pintu masuk atau yang menggunakan mobil bisa parkir disini, tepatnya disamping jembatan gantung yang hanya bisa dilalui dua orang secara bersamaan.  Dari jembatan gantung ini dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak sekitar 1 km menuju lokasi Curug Seribu.  Kondisi jalan ke lokasi ini naik turun, curam dan licin dengan waktu tempuh relatif berbeda.
Bila anda menempuhnya dengan berlari-lari sedang, kurang lebih yang dibutuhkan sekitar 30 menit, bila anda menempuhnya dengan berjalan normal kira-kira dibutuhkan 1 jam untuk mencapai ke lokasi Curug Seribu. saran saya, sebaiknya dalam perjalanan dibuat sesantai-santainya sehingga tidak perlu memaksakan otot-otot tubuh, toh takkan lari curug seribu dikejar, tapi karena rasa penasaran yang selalu berkobar untuk secepatnya melihat Curug Seribu membuat gerak kaki semakin cepat, sehingga waktu kembali pulang, energi sudah terkuras habis, belum lagi ketika dialiran sungai Curug Seribu anda khilaf dengan kejernian dan kesegaran airnya sehingga tak kuasa membuat anda berbasah-basah ria didalam air dan bermain-main hingga kelelahan.

Fasilitas

Di obyek wisata ini terdapat beberapa fasilitas yang dapat dinikmati pengunjung antara lain MCK, camping ground,shelter,dan warung makan.




Selain Curug Seribu masih ada curug-curug lain di kawasan ini. Semua curug tersebut terletak dekat dengan jalan raya sehingga mudah dijangkau.



Dan ingat, jangan buang sampah sembarangan.

Copyright © 2013 FINIA.CO.ID™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.